LAPORAN PRAKTIKUM
KISI DIFRAKSI
A.
TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui
panjang gelombang cahaya/laser.
B.
LANDASAN TEORI
Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan gelombang cahaya
ketika melewati suatu celah sempit (lebarnya lebih kecil dari panjang
gelombang) sehingga gelombang cahaya tampak melebar pada tepi celah.
Gejala difraksi ini dianggap sebagai salah satu cirri khas
gelombang yang tidak memiliki partikel, karena sebuah partikel yang bergerak
bebas melalui suatu celah tidak akan mengalami perubahan arah.
Kisi adalah peralatan yang memiliki celah yang sangat banyak
dengan lebar celah dan jarak celah yang sama. Alat ini terdiri dari sejumlah
besar slit-slit paralel yang berjarak sama yang dibuat dengan menggores sebuah
lempengan kaca dengan intan. Sebuah kisi dapat dibuat 100 sampai 600 celah
setiap 1 mm. Pada kisi, setiap goresan merupakan celah. Sebuah kisi memiliki
konstanta yang menyatakan banyaknya goresan tiap satu satuan panjang (d), yang
juga sering dikatakan menjadi lebar celah. Dalam sebuah kisi, lebar celah
dengan jarak antara dua celah sama apabila banyaknya goresan tiap satuan
panjang dinyatakan dengan N.
Pada sebuah kisi yang disinari cahaya monokromatik yang
sejajar dan tegak lurus dengan kisi, dan di belakang kisi ditempatkan sebuah
layar, maka pada layar tersebut akan terdapat garis terang dan gelap. Kemudian
akan terbentuk deretan spektrum warna jika cahaya yang digunakan sinar putih
(polikromatik). Garis gelap dan terang atau pembentukan spektrum akan lebih
jelas dan tajam jika lebar celahnya semakin sempit atau konstanta kisinya
semakin banyak atau besar. Garis gelap dan terang dan spektrum tersebut
merupakan hasil interferensi dari cahaya yang berasal dari kisi tersebut yang
jatuh pada layar titik atau tempat tertentu.
Untuk membuktikan landasan teori tersebut maka dilakukan
sebuah praktikum yang berjudul “Praktikum Kisi Difraksi”.
C.
ALAT DAN BAHAN
1. Laser/sumber cahaya lain
2. Layar/stereofoam
3. Millimeter blok (ditempel ke layar)
4. Kisi (100, 300, 600)
5. Mistar
D.
LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan lalu posisikan
diatas meja datar, dengan susunan sebagai berikut:
a. Posisi
laser berada di jarak 75 cm;
b. Posisi
kisi berada di jarak yang memiliki selisih 10 cm dari laser, yaitu pada jarak
65 cm;
c. Posisi
layar berada pada jarak dengan selisih 25 cm dari kisi (35 dari laser), yaitu
pada jarak 40 cm;
d. Millimeter
blok ditempelkan di layar agar lebih mudah saat mengukur cahaya difraksi.
2. Mengarahkan laser (sumber cahaya) sejajar
dengan kisi agar pola cahaya yang melewati celah dan terdifraksi nanti tepat
mengenai layar.
3. Menyimpan kisi pertama (N=100) dengan cara
digeser dan disimpan di tempat yang sudah disediakan, lalu menyalakan laser.
4. Mengamati jarak pola difraksi yang dihasilkan
di layar, lalu mengukur jarak antara dua pantulan cahaya yang berdekatan (∆y),
serta jarak antara kisi dengan layar (ℓ)
5. Mengukur jarak pola difraksi pada layar
dengan menggunakan mistar dan mencatatnya.
6. Mengulangi langkah dengan menyimpan kisi
kedua (N=300) dan kisi ketiga (N=600), lalu mengganti jarak antara kisi dan
layar (ℓ), hingga mendapatkan 5 buah data.
E. DATA DAN ANALISA
|
NO
|
N (garis/mm)
|
d=
|
|
ℓ (m)
|
λ=
(d
|
|
|
|
1
|
100
|
10-5
|
1,4.10-2
|
25.10-2
|
10-5
.
= 56.10-8
|
-4,4.
10-8
|
19,36
. 10-16
|
|
2
|
300
|
|
4,5.10-2
|
25.10-2
|
=
60.10-8
|
-0,4
. 10-8
|
0,16
. 10-16
|
|
3
|
600
|
|
9,3.10-2
|
25.10-2
|
= 62.10-8
|
1,6
. 10-8
|
2,56
. 10-16
|
|
4
|
300
|
|
6,5.10-1
|
35.10-2
|
=
62.10-8
|
1,6
. 10-8
|
2,56
. 10-16
|
|
5
|
600
|
|
13.10-2
|
35.10-2
|
= 62.10-8
|
1,6
. 10-8
|
2,56
. 10-16
|
·
Panjang
gelombang laser (cahaya)
·
Kesalahan
mutlak pengukurannya sebesar
∆λ =
∆λ = 

= 
= 
= 1,166.
F. KESIMPULAN
Dari
hasil analisa data diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1) Panjang gelombang cahaya laser yang digunakan adalah
60,4 . 10-8 dengan
kesalahan mutlak
= 0,0193
2) Dilihat dari
3) Cahaya
dapat merambat melalui celah-celah sempit.
4) Panjang gelombang cahya dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu; banyak celah kisi
(N), jarak antara kisi dengan layar (ℓ), jarak dua pantulan cahaya yang
berdekatan (∆y).
5) Semakin
banyak celah kisi, maka panjang gelombang cahaya semakin besar (data nomor 1
s/d 4).
6) Semakin
jauh jarak antara kisi dengan layar, maka semakin besar pula panjang gelombang
cahaya (data nomor 1 dan 5).
7) Cahaya
yang dihasilkan dari proses difraksi dengan sumber cahaya yang bersifat
monokromatik, akan berupa titik-titik pada layar dengan ukuran yang semakin ke
pinggir layar maka akan semakin mengecil, sedangkan jika semakin ke tengah
layar maka akan semakin membesar.
8)
Hasil
praktikum sesuai dengan landasan teori yang telah disampaikan/dilampirkan.
No comments:
Post a Comment