Sunday, May 11, 2014

Laporan Praktikum Kisi Dipraksi


LAPORAN PRAKTIKUM

KISI DIFRAKSI

 

A.     TUJUAN

Praktikum ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui panjang gelombang cahaya/laser.

 

B.      LANDASAN TEORI

Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan gelombang cahaya ketika melewati suatu celah sempit (lebarnya lebih kecil dari panjang gelombang) sehingga gelombang cahaya tampak melebar pada tepi celah.

Gejala difraksi ini dianggap sebagai salah satu cirri khas gelombang yang tidak memiliki partikel, karena sebuah partikel yang bergerak bebas melalui suatu celah tidak akan mengalami perubahan arah.

Kisi adalah peralatan yang memiliki celah yang sangat banyak dengan lebar celah dan jarak celah yang sama. Alat ini terdiri dari sejumlah besar slit-slit paralel yang berjarak sama yang dibuat dengan menggores sebuah lempengan kaca dengan intan. Sebuah kisi dapat dibuat 100 sampai 600 celah setiap 1 mm. Pada kisi, setiap goresan merupakan celah. Sebuah kisi memiliki konstanta yang menyatakan banyaknya goresan tiap satu satuan panjang (d), yang juga sering dikatakan menjadi lebar celah. Dalam sebuah kisi, lebar celah dengan jarak antara dua celah sama apabila banyaknya goresan tiap satuan panjang dinyatakan dengan N.

Pada sebuah kisi yang disinari cahaya monokromatik yang sejajar dan tegak lurus dengan kisi, dan di belakang kisi ditempatkan sebuah layar, maka pada layar tersebut akan terdapat garis terang dan gelap. Kemudian akan terbentuk deretan spektrum warna jika cahaya yang digunakan sinar putih (polikromatik). Garis gelap dan terang atau pembentukan spektrum akan lebih jelas dan tajam jika lebar celahnya semakin sempit atau konstanta kisinya semakin banyak atau besar. Garis gelap dan terang dan spektrum tersebut merupakan hasil interferensi dari cahaya yang berasal dari kisi tersebut yang jatuh pada layar titik atau tempat tertentu.

Untuk membuktikan landasan teori tersebut maka dilakukan sebuah praktikum yang berjudul “Praktikum Kisi Difraksi”.

 

 

 

C.      ALAT DAN BAHAN

1.      Laser/sumber cahaya lain

2.      Layar/stereofoam

3.      Millimeter blok (ditempel ke layar)

4.      Kisi (100, 300, 600)

5.      Mistar

 

D.     LANGKAH KERJA

1.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan lalu posisikan diatas meja datar, dengan susunan sebagai berikut:

a.      Posisi laser berada di jarak 75 cm;

b.      Posisi kisi berada di jarak yang memiliki selisih 10 cm dari laser, yaitu pada jarak 65 cm;

c.       Posisi layar berada pada jarak dengan selisih 25 cm dari kisi (35 dari laser), yaitu pada jarak 40 cm;

d.      Millimeter blok ditempelkan di layar agar lebih mudah saat mengukur cahaya difraksi.


Text Box: Layar
Text Box: Kisi
Text Box: Laser
 


         25                    10

2.   Mengarahkan laser (sumber cahaya) sejajar dengan kisi agar pola cahaya yang melewati celah dan terdifraksi nanti tepat mengenai layar.

3.   Menyimpan kisi pertama (N=100) dengan cara digeser dan disimpan di tempat yang sudah disediakan, lalu menyalakan laser.

4.   Mengamati jarak pola difraksi yang dihasilkan di layar, lalu mengukur jarak antara dua pantulan cahaya yang berdekatan (∆y), serta jarak antara kisi dengan layar (ℓ)

5.   Mengukur jarak pola difraksi pada layar dengan menggunakan mistar dan mencatatnya.

6.   Mengulangi langkah dengan menyimpan kisi kedua (N=300) dan kisi ketiga (N=600), lalu mengganti jarak antara kisi dan layar (ℓ), hingga mendapatkan 5 buah data.

 

 

 

 

E.      DATA DAN ANALISA

NO
N (garis/mm)
d=  (m)
ℓ (m)
λ= (d )
 
λ -  λ
 
-  λ)2
1
100
10-5
1,4.10-2
25.10-2
10-5 . 
= 56.10-8
-4,4. 10-8
19,36 . 10-16
2
300
4,5.10-2
25.10-2

 . 
= 60.10-8
-0,4 . 10-8
0,16 . 10-16
3
600
9,3.10-2
25.10-2

 . 
= 62.10-8
1,6 . 10-8
2,56 . 10-16
4
300
6,5.10-1
35.10-2

. 
= 62.10-8
1,6 . 10-8
2,56 . 10-16
5
600
13.10-2
35.10-2

. 
= 62.10-8
1,6 . 10-8
2,56 . 10-16

 

·         Panjang gelombang laser (cahaya)

λ =

λ =  =  = 60,4 . 10-8

·         Kesalahan mutlak pengukurannya sebesar

∆λ =  

 

∆λ        =

=

=

= 1,166.

 

 

 

 

F.       KESIMPULAN

Dari hasil analisa data diatas, dapat disimpulkan bahwa:

1)      Panjang gelombang cahaya laser yang digunakan adalah 60,4 . 10-8 dengan kesalahan mutlak  = 0,0193

2)      Dilihat dari

3)      Cahaya dapat merambat melalui celah-celah sempit.

4)      Panjang gelombang cahya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu; banyak celah kisi (N), jarak antara kisi dengan layar (ℓ), jarak dua pantulan cahaya yang berdekatan (∆y).

5)      Semakin banyak celah kisi, maka panjang gelombang cahaya semakin besar (data nomor 1 s/d 4).

6)      Semakin jauh jarak antara kisi dengan layar, maka semakin besar pula panjang gelombang cahaya (data nomor 1 dan 5).

7)      Cahaya yang dihasilkan dari proses difraksi dengan sumber cahaya yang bersifat monokromatik, akan berupa titik-titik pada layar dengan ukuran yang semakin ke pinggir layar maka akan semakin mengecil, sedangkan jika semakin ke tengah layar maka akan semakin membesar.

8)      Hasil praktikum sesuai dengan landasan teori yang telah disampaikan/dilampirkan.

 

 

No comments:

Post a Comment