Wednesday, May 21, 2014

contoh skenario 3 scene


NIRMA
 
Scene 01                                                                    Teras Rumah                                                                      FADE IN
                                                                                                                                                      Ext/day

Seorang lelaki tua menggunakan sandal jepit, celana sayur , kaos putih, berkacamata, duduk di atas kursi tua, dengan menatap sebuah Koran harian. datang  seorang perempuan menyapa dengan santun dan menggunakan pakaian yang kumal .

Shoot 01

AYAH AURA

(membaca Koran)

 

Shoot 02

NIRMA

(menghampiri ayah aura)

“assalamu’alaikum”

 

Shoot 03

AYAH AURA

(menoleh dan melihat dengan aneh sambil mengangkat kacamatanya )

“waalaikumsalam, siapa?”

 

Shoot 04

NIRMA

“saya nirma teman kampusnya aura. Auranya ada?”

 

Shoot 05

AYAH AURA

(kembali membaca Koran)

“aura belum pulang”

 

Shoot 06

NIRMA

“kalau begitu,boleh saya menunggu dan sedikit berbincang-bincang dengan bapak?”

 

Shoot 07

AYAH AURA

(sedikit kaget dan heran)

“boleh silahkan, ada perlu apa?’

 

Shoot 08

NIRMA

“sebelum saya menjawabnya, boleh saya duduk terlebih dahulu ?”

 

Shoot 09

AYAH AURA

(menyimpan Korannya)

“ohh iyaa silakan”

 

 

Shoot 10

NIRMA

“jadi begini pak, sebenarnya tadi siang saya ikutan demo, dan kebetulan saja saya ingin mampir dulu kesini untuk beristirahat sejenak dan sedikit berbincang-bincang sama bapak . Masalah kuliah. Saya dengan Aura beda jurusan pak saya bukan jurusan Hukum seperti Aura, melainkan saya mengambil jurusan agro bisnis”

 

Shoot 11

AYAH AURA

“lalu mengapa ikutan demo?”

 

NIRMA

(menjawab dengan santai)

“ya saya hanya ingin menagih janji - janji mereka, janji mereka pada kami sebelum menjadi seorang pejabat, karena kini mereka hanya menghabur-haburkan uang rakyat, sedangkan rakyat masih terbeleggu dalam kemiskinan”

 

AYAH AURA

(mengangguk anggukan kepala, merasa simpati)

“memang benar apa yang kamu katakan”

 

NIRMA

“maaf pak sudah senja, terimakasih atas waktunya”

 

AYAH AURA

“tidak tunggu aura dulu? Sekalian sholat magrib dulu di sini?”

 

Shoot 12

NIRMA

(berdiri dan bersalaman)

“tidak pak terimakasih, assalamualikum “

 

AYAH AURA

“waalaikumsalam,”

 

 
 
Scene 02                                                                       Teras Rumah                                                                    FADE IN
ext /day

Sebentar lagi akan maghrib, nirmapun bergegas pulang. Dia berpapasan dengan aura di gerbang rumah. Aura tidak menolehnya sama sekali, namun nirma tersenyum padanya.

 

Shoot 01

AURA dan NIRMA

(berpapasan dengan ekspresi masing-masing)

 

Shoot 02

AURA

(bersalaman dengan ayahnya, dengan wajah bete)

“assalamualaikum, ayah tadi ngobrol sama anak itu?”

 

AYAH AURA

“waalaikumsalam, iya memangnya kenapa, dia kan temanmu”

 

Shoot 03

AURA

(duduk dan menyimpan tas di meja)

“teman apanya, orang tampilannya saja seperti orang tidak berpendidikan seperti itu, ogah aku punya teman seperti dia !”

 

Shoot 04

AYAH AURA

(menghela napas)

“kamu jangan seperti itu nak, dia itu orangnya baik kok. Pintar lagi, kamu harusnya senang punya teman seperti dia.”

 

Shoot 05

AURA

(marah)

“iih, ayah itu memang kolot, masa senang sama anak sepert itu, anak kayak gitu di bilang pintar. Dia itu jarang masuk kuliah yah, mana mau aku punya teman seperti dia!”

 

Shoot 06

AYAH AURA

(menggebrak meja)

“cukup, kamu ini sama orang tua berani berbicara seperti itu!’

 

Shoot 07

AURA

(wajah kesal, berdiri mengambil tas dan masuk rumah)

“terserah ayah!”

 

Cut to

Scene 03                                                                       Kantin Kantor                                                              FADE OUT                                                                                                                                                                               int/day 

Ayah aura adalah seorang bos di salah satu perusahaan. Pada saat jam makan siang, ia selalu pergi ke kantin untuk makan siang. Ketika di kantin ia bertemu dengan stafnya, nilam. Nilam terlihat sedang memikirkan sesuatu dan melamun. Dia cukup akrab dengan semua stafnya termasuk nilam. Dia berbicara tentang kekagumannya terhadap nirma.

 

Shoot 01

NILAM

(melamun sambil memaikan minumannya dengan jari)

 

Shoot 02

AYAH AURA

(mengagetkan nilam)

“hey, kenapa kamu melamun saja.”

 

Shoot 03

(membersihkan jarinya dengan ekspresi malu)

“ah enggak , ada apa pak ”

 

Shoot 04

AYAH AURA

(duduk, dan menyimpan kedua tangan di meja)

“iya , kebetulan saya sudah lama ingin bertemu kamu. Kemarin saya bertemu anak perempuan, seorang mahasiswi, tukang demo ,memang kelihatannya kumel. Tapi dia pintar, dan dia punya kepribadian berbeda dengan anak perempuan lainnya.”

 

Shoot 05

NILAM

(mengangguk anggukan kepala)

“eumm begitu ya pak.”

 

Shoot 06

AYAH AURA

“kamu bingung kenapa?”

 

Shoot 07

NILAM

(menyangga dagunya dengan kedua tangannya)

“adik saya yang perempuan dia lulusan SNMPTN agro bisnis,dan sekarang dia berhenti kuliah karena saya tidak sanggup membiayainya, padahal dia punya keinginan yang dan kemampuan untuk menjadi seorang sarjana”

 

Shoot 08

AYAH AURA

“siapa adik perempuan mu?”

 

Shoot 9

NILAM

“Nirma”

 

No comments:

Post a Comment