NIRMA
Scene 01 Teras Rumah FADE IN
Ext/day
Seorang lelaki
tua menggunakan sandal jepit, celana sayur , kaos putih, berkacamata, duduk di
atas kursi tua, dengan menatap sebuah Koran harian. datang seorang perempuan menyapa dengan santun dan
menggunakan pakaian yang kumal .
Shoot 01
AYAH AURA
(membaca Koran)
Shoot 02
NIRMA
(menghampiri ayah aura)
“assalamu’alaikum”
Shoot 03
AYAH AURA
(menoleh dan melihat dengan aneh sambil
mengangkat kacamatanya )
“waalaikumsalam, siapa?”
Shoot 04
NIRMA
“saya nirma teman kampusnya aura. Auranya
ada?”
Shoot 05
AYAH AURA
(kembali membaca Koran)
“aura belum pulang”
Shoot 06
NIRMA
“kalau begitu,boleh saya menunggu dan
sedikit berbincang-bincang dengan bapak?”
Shoot 07
AYAH AURA
(sedikit kaget dan heran)
“boleh silahkan, ada perlu apa?’
Shoot 08
NIRMA
“sebelum saya menjawabnya, boleh saya
duduk terlebih dahulu ?”
Shoot 09
AYAH AURA
(menyimpan Korannya)
“ohh iyaa silakan”
Shoot 10
NIRMA
“jadi begini pak, sebenarnya tadi siang
saya ikutan demo, dan kebetulan saja saya ingin mampir dulu kesini untuk beristirahat
sejenak dan sedikit berbincang-bincang sama bapak . Masalah kuliah. Saya dengan
Aura beda jurusan pak saya bukan jurusan Hukum seperti Aura, melainkan saya
mengambil jurusan agro bisnis”
Shoot 11
AYAH AURA
“lalu mengapa ikutan demo?”
NIRMA
(menjawab dengan santai)
“ya saya hanya ingin menagih janji -
janji mereka, janji mereka pada kami sebelum menjadi seorang pejabat, karena
kini mereka hanya menghabur-haburkan uang rakyat, sedangkan rakyat masih
terbeleggu dalam kemiskinan”
AYAH AURA
(mengangguk anggukan kepala, merasa
simpati)
“memang benar apa yang kamu katakan”
NIRMA
“maaf pak sudah senja, terimakasih atas
waktunya”
AYAH AURA
“tidak tunggu aura dulu? Sekalian sholat
magrib dulu di sini?”
Shoot 12
NIRMA
(berdiri dan bersalaman)
“tidak pak terimakasih, assalamualikum “
AYAH AURA
“waalaikumsalam,”
Scene 02 Teras Rumah FADE IN
ext
/day
Sebentar lagi akan maghrib, nirmapun bergegas pulang. Dia berpapasan
dengan aura di gerbang rumah. Aura tidak menolehnya sama sekali, namun nirma
tersenyum padanya.
Shoot 01
AURA dan NIRMA
(berpapasan dengan ekspresi
masing-masing)
Shoot 02
AURA
(bersalaman dengan ayahnya, dengan wajah
bete)
“assalamualaikum, ayah tadi ngobrol sama
anak itu?”
AYAH AURA
“waalaikumsalam, iya memangnya kenapa,
dia kan temanmu”
Shoot 03
AURA
(duduk dan menyimpan tas di meja)
“teman apanya, orang tampilannya saja
seperti orang tidak berpendidikan seperti itu, ogah aku punya teman seperti dia
!”
Shoot 04
AYAH AURA
(menghela napas)
“kamu jangan seperti itu nak, dia itu
orangnya baik kok. Pintar lagi, kamu harusnya senang punya teman seperti dia.”
Shoot 05
AURA
(marah)
“iih, ayah itu memang kolot, masa senang
sama anak sepert itu, anak kayak gitu di bilang pintar. Dia itu jarang masuk
kuliah yah, mana mau aku punya teman seperti dia!”
Shoot 06
AYAH AURA
(menggebrak meja)
“cukup, kamu ini sama orang tua berani
berbicara seperti itu!’
Shoot 07
AURA
(wajah kesal, berdiri mengambil tas dan
masuk rumah)
“terserah ayah!”
Cut to
Scene 03 Kantin Kantor FADE OUT int/day
Ayah aura adalah seorang bos di
salah satu perusahaan. Pada saat jam makan siang, ia selalu pergi ke kantin
untuk makan siang. Ketika di kantin ia bertemu dengan stafnya, nilam. Nilam
terlihat sedang memikirkan sesuatu dan melamun. Dia cukup akrab dengan semua
stafnya termasuk nilam. Dia berbicara tentang kekagumannya terhadap nirma.
Shoot 01
NILAM
(melamun sambil memaikan minumannya
dengan jari)
Shoot 02
AYAH AURA
(mengagetkan nilam)
“hey, kenapa kamu melamun saja.”
Shoot 03
(membersihkan jarinya dengan ekspresi
malu)
“ah enggak , ada apa pak ”
Shoot 04
AYAH AURA
(duduk, dan menyimpan kedua tangan di
meja)
“iya , kebetulan saya sudah lama ingin
bertemu kamu. Kemarin saya bertemu anak perempuan, seorang mahasiswi, tukang
demo ,memang kelihatannya kumel. Tapi dia pintar, dan dia punya kepribadian
berbeda dengan anak perempuan lainnya.”
Shoot 05
NILAM
(mengangguk anggukan kepala)
“eumm begitu ya pak.”
Shoot 06
AYAH AURA
“kamu bingung kenapa?”
Shoot 07
NILAM
(menyangga dagunya dengan kedua tangannya)
“adik saya yang perempuan dia lulusan
SNMPTN agro bisnis,dan sekarang dia berhenti kuliah karena saya tidak sanggup
membiayainya, padahal dia punya keinginan yang dan kemampuan untuk menjadi
seorang sarjana”
Shoot 08
AYAH AURA
“siapa adik perempuan mu?”
Shoot 9
NILAM
“Nirma”
No comments:
Post a Comment